Ketika semua merasa jadi pemimpin yang lain, trus siapa yang mau didengar ?
Ketika semua merasa paling benar, mana ada kesepakatan ?
ketika semua mulai bermuka dua, baik di depan tapi menusuk di belakang, trus siapa yang mau dipercaya ?
Ketika semua saling menjatuhkan, apakah akan ada kedamaian ?
Apakah bisa didapatkan situasi dan lingkungan yang sehat jika keadaannya seperti itu ?
Kita berada di bawah payung yang sama.
Kita berada pada 1 lingkaran.
Bukankah seharusnya kita saling mendukung dan bekerja sama ?
Kenapa justru saling menjatuhkan. Jika kita merasa 1 keluarga, apa iya keadaan seperti ini akan dibiarkan. Keluarga itu seharusnya saling menjaga. Saling mengingatkan kalau ada yang salah. Keluarga itu harusnya saling melindungi (dalam kebaikan tentunya).
Yang bisa ya jangan trus jd sombong karena mrasa lbih bisa dari yg lain.
Yang senior ya jangan seenaknya sendiri karena merasa senior. Kita itu sama.
Janganlah merasa paling benar sendiri. Ingat, masih ada Gusti Allah.
Ingat, kita itu keluarga.. Harusnya lebih saling peduli..
Kapan mau ada kedamaian kalau seperti ini terus ?
Sudahlah, mari kita introspeksi diri...
Kita perbaiki hubungan ini mulai dari diri sendiri..
Karena rusaknya sebuah hubungan itu datangnya ya dari dalam.
Yuk kita kontemplasi, kemudian mulailah untuk lebih berHATI