Pemetik Senja
Anak perempuan bapak yang masih terus belajar dan berproses
Selasa, 24 Maret 2015
Surat #1
Jumat, 31 Oktober 2014
Surat untuk Ibu
Bu,,,masak apa hari ini???
aku kangen masakan Ibu. Meski tak semewah di restoran, tapi masakan ibu tetep yang terenak, apalagi rendang buatan ibu.
Bu,,aku pengen cerita.
Sebenernya aku malu sama Ibu. Dulu Ibu sempat ngasih pertimbangan sebelum aku merantau. Ibu bilang di rantau itu begini lah, begitu lah. Aku tau Ibu bilang gitu karena Ibu udah ngerasain gimana itu merantau. Tapi itu hari aku tetep kekeuh sama keputusanku buat ngrantau.
Bu, akhir-akhir ini aku mulai sering rindu rumah.
Aku pengen pulang. Bahkan aku sempat bilang sama Ibu kalau aku gak mau merantau lagi. Aku pengen tinggal sama Ibu aja. Gak mau jauh-jauh lagi.
Aku masih sering merasa kesepian.
Kadang aku masih menyesali kepergianku.
Ibu ingat kan kalau aku pernah bilang itu sama Ibu?
Tapi Ibu tak marah untuk apa yang aku rasa.
Pun Ibu tak 'memintaku' untuk pulang.
Ibu justru menghiburku.
Ibu justru menyemangati aku.
Bu, aku tau, tak pernah lupa kau sebut namaku ditiap sujudmu.
Pun aku tau, tak pernah alpa kau perbincangkan aku dengan tuhanmu.
Terima kasih untuk tiap doamu.
Itu yang menguatkan anakmu di seberang.
Tapi maaf Bu, jika aku hanya bisa menulis surat ini. Yang bahkan mungkin tak akan pernah kau baca.
Anakmu ini malu Bu.
Aku pikir aku bisa sekuat Ibu.
Aku pikir aku bisa sesabar Ibu.
Tapi ternyata belum bisa.
Ibu,,,ibu,,,ibu,,,aku rindu...
Senin, 07 Juli 2014
Dialog imajiner
Akhir2 ini ngrasa kalau bner2 kurang tidur. Tidur pun pindah jam tayang, harusnya malam eh sekarang ganti siang. Pokoknya udah saingan sama kalong bner dah.
Akhirnya munxullah dialog imajiner ini.
Di sini ada A untuk aku dan S untuk saya..
A : "capek banget. Kayaknya butuh tidur panjang. Tapi bukan. mati lho ya..."
S : "lah emang selama ini gak tidur?"
A : "ya tidur. Tapi kurang lama dan gak berkualitas :( "
S : "Tuhan aja gak tidur, masa kamu yg dipikir cuma tidur..."
A : "aku bukan tuhan keleeees -__- "
S : "laaah, yg bilang kamu tuhan sapa?"
A : "itu tadi kamu mo samain dg tuhan."
S : "aduuuuh ini anak bego bgt sih.
Bukannya mau nyamain kamu sama tuhan atopun nyuruh kamu kayak tuhan. Gak mungkin lah itu. Maksudnya ituvdrpda hidupmu cuma buat tidur lha mbok mending ibadah sana."
A : "tidur waktu puasa kan katanya juga ibadah."
S : "duh Gusti ini anak -_____-.
Emang cuma tidur yg kamu bisa po? Yg lain gak bisa? Ngaji kek, belajar kek, ato apapun itu. Yg ptg judulnya ibadahm tapi niatnya juga harus bener."
A : "bener gimana?"
S : "ya harus bner, niatnya karena Allah. Jangan ngarepin yg lain2nya. Apalagi ngarepin surga. Surga itu bonus. Lha emg kamu pntes apa di surga?"
A : "haduuuuh, pertanyaanmu kok jleb bgt to yooo yooo."
S : "Bukane jleb, tapi bneran nanya. Coba kamu renungkan, pantes gak kamu di surga? "
A : "iya sih ya. Ketinggian juga kayaknya kalo minta surga. Lha wong Abu Nawas juga udah ngajarin lwat Al I'tiraf nya." *Mikirmanggut2*
S : "Lha itu tumben ngerti. Makane, mumpung ini Ramadhan, bulan penuh berkah, mending kamu banyakin ibadah dripada cuma tidur. Kalau masih kuat tahan, jangan tidur mulu. Belum tentu kan ketemu Ramadhan lagi..!!"
A : "iya bener, blum tentu ketemu Ramadhan lagi." *Mimbik2*
S : "ya udah sana ibadah, jangan tidur terus."
A : "nggih, siap laksanakan. "
S : "kalau udh ibadah, gak usah dipamer2in. Habis shalat, update status, ngaji update. Semua di update. Emangnya kalau kamu gak koar2 tuhan gak tahu po?"
A : " iya...iyaaaaa, nggak kok. Biar tuhan aja yg tahu."
S : "yowes, saya tak pergi dulu. Jangan lupa terus berproses."
Dialog imajiner ini bikin aku jadi mikir beneran. Masa iya waktu cuma dihabisin buat tidur ketika.banyak hal lain bisa kita lakukan.
Semoga apa yang dikatakan "saya" bisa jadi bahan renungan buat si "aku". Dan ketika aku melaksanakan itu, semoga istiqomah. Aamiin
Minggu, 06 April 2014
Selamat Ulang Tahun
Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun kamu, selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun kamu yang pernah aku harapkan menjadi imamku.
Ingin rasanya sekali waktu menyanyikan lagu itu didepanmu, meski dengan suara yang tak merdu..
Tuan, doa pertama dan yang utama adalah semoga lekas sembuh. Ah kenapa juga kecelakaan itu terjadi mendekati hari jadimu??..
Tapi tak apalah Tuan, tak perlu disesali. Tuhan pasti menyimpan maksud di balik semua ini.
Tuan, meski kini tak lagi bersama, tapi aku akui kau belum sepenuhnya bisa aku hilangkan dari hati. Aku tetaplah perempuan yang terkadang masih merindumu.
Aku tak tahu apakah selama kita bersama aku pernah menjadi perempuan terpenting dalam hidupmu, tapo setidaknya ada kenangan yang telah kita ciptakan bersama.
Tuan, di hati jadimu ini, beribu doa aku sampaikan pada Tuhanku. Dan di hari bahagiamu ini, bantulah kepindahanku ini.
Sekali lagi, selamat ulang tahun untukmu yang pernah aku harapkan menjadi imamku.
Dari perempuan yang pernah kau panggil Ey
Kamis, 06 Maret 2014
Pindah
Selasa, 04 Maret 2014
Pulang ? Kemana ?
Kamis, 19 Desember 2013
au revoir
--- untuk yang meninggalkan---
Lama tak muncul, tapi aku tahu kau berbahagia dengan dia di sana.
dan malam ini tetiba kau menghubungiku setelah meninggalkan.
aku cukup kaget. aku tanya tumben tapi kau langsung matikan teleponmu.
aku pikir mungkin ini lebih baik. aku ingin memperbaiki hatiku. aku pun merasa cukup sudah kau seret aku di kisah cintamu dengan perempuan-perempuan itu.
aku putuskan untuk beristirahat dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Kau tahu, ini sulit. tapi mungkin dengan begini, rasanya akan lebih mudah berdamai dengan perasaan.
dan jika (mungkin) ini hukuman Tuhan, aku siap terima.
Entah ini bodoh atau apa.
aku masih tetap di sini jika (mungkin) kau akan kembali.
ya, jika kau kembali (untuk menetap).
karena aku benar-benar lelah berlari.
doaku untukmu, semoga selalu dilingkupi kebahagiaan.
aamiin..
--- dari yang ditinggalkan ---