wah gak sadar ternyata sudah oktober. sudah satu tahun rupanya kita berpisah. tapi tunggu dulu, apakah kita benar-benar berpisah? aku ragu akan hal itu. tapi aku pun ragu, apakah sekarang kita sedang bersama.
aku masih ingat hari itu. aku sedang tergeletak di rumah sakit tapi kau justru asyik mendua dengan dia.
aku tidak habis pikir, apa artinya aku untukmu saat itu, karena begitu aku keluar dari rumah sakit kau justru meninggalkan aku. ibarat kata, sudah jatuh tertimpa tangga pula. apes banget lah waktu itu.
tahukah kamu, setahun yang lalu aku benar-benar merasa sangat terpuruk. bahkan sempat terpikir olehku untuk pergi saja. bahkan aku sempat ingin membencimu. tapi sekeras apapun usahaku saat aku, aku benar-benar tidak bisa membencimu.
meski kini pun aku masih ragu apakah kita sedang bersama atau tidak, tapi untuk kau tahu, aku masih sering bertanya-tanya, apa yang kurang dan apa lagi yang kau cari hingga kau selalu asyik mendua.
jangan menggunakan dalih gejolak usia muda atau menduamu hanya sekadar status. telingaku hampir tuli dengan hal itu.
kini kita kembali dekat. ada canda, ada marah. bahkan kita berbagi mimpi. tapi aku tak tahu, apakah kita akan berada dalam satu biduk dan mendayungnya bersama melintasi samudra.
ataukah kita hanya akan menjadi teman berbagi tanpa pernah bisa bersama.
untuk lelaki akhir zaman, ingatlah. di sampingmu ada wanita akhir zaman yang setia menunggu :-)
