Sudah beberapa hari ini aku selalu mendengar kata "penyakitan". Sebuah kata yang tidak enak untuk didengar. Tetapi kata inilah yang akhirnya menggerakkan jariku untuk membuat tulisan ini.
Aku tidak bisa memilih di keadaan seperti apa aku dilahirkan. Aku juga tak bisa memilih siapa orang tuaku. Begitu juga dengan kalian. Kalian tidak bisa memilih terlahir dari suku apa, dari orang tua siapa, dan di keadaan seperti apa. Jika pada akhirnya aku terlahir di kondisi seperti ini dan dari orang
tuaku, aku tidak menyesalinya sekalipun ini bukan pilihanku.Ini adalah anugrah tuhan antukku.
Mendapati kenyataan bahwa ada "kelainan" atau "cacat" dalam diri sungguh bukan hal yang mudah, apalagi untuk dibanggakan. Jika boleh memilih, aku pun ingin dilahirkan dalam keadaan "normal". Tetapi tuhan berkehendak dan punya rencana lain untukku. Dia menciptakan aku dengan "cacat" yang akan aku bawa sampai aku mati. Kemudian pertanyaannya, apakah ini salahku jika aku terlahir seperti ini? Apakah juga salah orang tuaku jika ternyata aku mempunyai thalassemia?
Ketahuilah, thalassemia bukanlah sebuah penyakit. Thalassemia merupakan sebuah "kelainan" atau "cacat" genetik. Adakah "obat" untuk menyembuhkan "kelainan/cacat" ini?
Kalian yang terlahir normal tentu tidak akan memahami bagaimana perasaan para thaller. Para thaller juga ingin hidup "normal". Aku memang bukan thaller mayor, hanya saja meski aku minor, tapi "kelainan" ini cukup mempengaruhi kondisi fisikku. Aku menjadi mudah lelah, mudah drop, bahkan terkadang mudah sakit. Jika aku sudah berusaha untuk menjaga kondisiku tetapi pada akhirnya aku tetap jatuh sakit, apakah itu sepenuhnya salahku? Apakah kalian juga harus melihat keadaanku dengan pandangan miring? Mengatakan bahwa aku PENYAKITAN, bahkan dengan entengnya mengatakan MEMALUKAN MASIH LAJANG TAPI PENYAKITAN.
Memalukan? Siapa yang harus malu? Aku? Orang tuaku? Atau kalian?
Kalau aku, kenapa aku harus malu? Ini bukan aib. Ini salah atu cara tuhan menyayangiku. Bahkan Dia lebih memperhatikan aku ketimbang kalian kan dengan keadaanku yang seperti ini?!
Sungguh kawan, tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan sakit. Semua orang ingin "normal. Tapi apa daya jika ini terjadi padaku. Aku hanya bisa mensyukuri segala apa yang terjadi kepadaku.
Dan kata-kata kalian yang memandang rendah aku karena keadaanku, sungguh aku berharap bahwa itu tidak akan berbalik kepada kalian. Karena rasanya sungguh tidak bijak jika orang "berilmu seperti kalian tapi perkataan yang kalian keluarkan justru merendahkan kalian sendiri.
Ketahuilah, aku sama sekali tidak malu dengan semua pandangan miring kalian terhadapku. Aku hanya kecewa dan sungguh tidak menyangka.
Tapi kawan, jika boleh aku meminta, jangan lagi cecar aku dengan kata-kata kalian yang menganggapku begitu "berbeda" sekalipun memang kita berbeda.