Kenapa luka harus tinggalkan bekas ?
Kenapa bekasnya tak kunjung hilang ?
Untuk apa bekas ?
Pengingat ?
Pelajaran ?
Atau kenangan ?
Tidak cukupkah luka hanya sekadar luka ?
Nikmati lukamu
Biarkan waktu yang akan menghapusnya
Kenapa luka harus tinggalkan bekas ?
Kenapa bekasnya tak kunjung hilang ?
Untuk apa bekas ?
Pengingat ?
Pelajaran ?
Atau kenangan ?
Tidak cukupkah luka hanya sekadar luka ?
Nikmati lukamu
Biarkan waktu yang akan menghapusnya
Rasanya aku tak sanggup lg membendung
Kubiarkan ia meleleh, membelai pipiku yg bahkan tak lagi chubby
Aku kehabisan kata
Atau mungkin tak menemukan kata ??
Kata yang pantas untuk menggambarkan rasa
Semua kembali ke satu muara
Kembali pada satu titik
Hingga aku sulit
Bahkan mungkin tak mampu mengeja
Ah, kenapa harus bersamaan ?
Sudahlah, tak perlu banyak tanya.
Nikmati setiap proses yang ada.
Jika hanya air mata yang dapat mewakili
Biarkan ia mengalir
Biarkan ia membanjiri pipimu yang mulai tirus
Biarkan ia yang menyampaikan
Apa yang tak dapat disampaikan kata-kata
Pernahkah terpikir bagaimana kalau kau ada di posisi ini ?
Pernahkah terpikir bagaimana kalau kau yang mendapat perlakuan seperti ini ?
Pernahkah kau pikirkan apa yang aku pikirkan ?
Pernahkah kau pikirkan apa yang aku rasakan ?
Pernahkah terlintas di benakmu untuk mencoba mengerti ?
Pernahkah terlintas di benakmu untuk mencoba memahami ?
Aku bukan malaikat.
Aku bukan manusia sempurna.
Aku hanya manusia biasa,
Manusia biasa yang punya rasa.
Permintaan untuk perubahan pernah terucap..
Tapi aku yang tidak bisa melihat
Atau memang perubahan itu tak pernah ada ??
Sedikit..
Yaa, sedikit saja perubahan..
Hanya itu yang aku pinta.
Bukan hanya untuk aku.
Tapi juga untuk kamu, untuk kita..
Ataukah kita perlu bertukar hati agar kau tau apa yang aku rasa ??
Ketika semua merasa jadi pemimpin yang lain, trus siapa yang mau didengar ?
Ketika semua merasa paling benar, mana ada kesepakatan ?
ketika semua mulai bermuka dua, baik di depan tapi menusuk di belakang, trus siapa yang mau dipercaya ?
Ketika semua saling menjatuhkan, apakah akan ada kedamaian ?
Apakah bisa didapatkan situasi dan lingkungan yang sehat jika keadaannya seperti itu ?
Kita berada di bawah payung yang sama.
Kita berada pada 1 lingkaran.
Bukankah seharusnya kita saling mendukung dan bekerja sama ?
Kenapa justru saling menjatuhkan. Jika kita merasa 1 keluarga, apa iya keadaan seperti ini akan dibiarkan. Keluarga itu seharusnya saling menjaga. Saling mengingatkan kalau ada yang salah. Keluarga itu harusnya saling melindungi (dalam kebaikan tentunya).
Yang bisa ya jangan trus jd sombong karena mrasa lbih bisa dari yg lain.
Yang senior ya jangan seenaknya sendiri karena merasa senior. Kita itu sama.
Janganlah merasa paling benar sendiri. Ingat, masih ada Gusti Allah.
Ingat, kita itu keluarga.. Harusnya lebih saling peduli..
Kapan mau ada kedamaian kalau seperti ini terus ?
Sudahlah, mari kita introspeksi diri...
Kita perbaiki hubungan ini mulai dari diri sendiri..
Karena rusaknya sebuah hubungan itu datangnya ya dari dalam.
Yuk kita kontemplasi, kemudian mulailah untuk lebih berHATI
Ketika sabar kembali diuji
Masihkah akan tetap setegar karang ??
Ketika hati kembali tersayat.
Masihkah akan tetap tersungging senyuman ??
Hati...
Sebongkah daging yang mempengaruhi keseluruhan hidup..
Apakah aku bisa menjaga hatiku ??
Apakah aku bisa menjaga hatimu ??
Apakah kamu bisa menjaga hatimu ??
Apakah kamu bisa menjaga hatiku ??
Apakah kita bisa saling menjaga hati ??
Apakah kita bisa berhati-hati untuk menjaga hati ??
Ah sudahlah..
Tak akan pernah selesai ketika bicara masalah hati.
Hatiku,,hatimu,,
Hati kita..
Berharap semua masih punya hati..
Dulu, kalau denger kata pulang pasti aku bakal mikir tujuannya adalah rumah. Tapi sekarang, ketika denger kata pulang, pikiranku justru jauh dari kata rumah. Buat aku sekarang, pulang adalah kembali lagi ke kehidupanku.
Udah lebih dari sebulan aku berada di rumah. Bukan tanpa alasan jika sekarang aku ada di rumah. Ya, aku pulang karena ada libur ramadhan dan idul fitri.. Libur yang aku dapet emang lumayan lama, karena emg kebijakan pemerintah di tempat aku kerja seperti itu.
Sebelum 'pulang' , aku sangat menantikan hari itu. Aku nunggu tanggal 22 juli 2012 dngan perasaan campur aduk. Ya seneng, y sedih, y bingung. Pokoknya semua rasa ada saat itu.. Aku juga udah nyusun rencana kegiatan aku selama libur di kampung halaman..
Jreng,,jreng,, hari itu tiba. Tadinya aku kira bkal dapat sambutan meriah, tapi ternyata aku salah. Aku justru disambut kabar gag enak. Ponakanku yg bru 3 bulan opname di RS. Sekuat hati aku coba nahan air mata biar gag nangis di dpan ortu..
Ok, aku terima cobaan ini Tuhan..
Waktu berlalu, hari pun berganti. Rencana yang aku susun bnyak yg gag terealisasi. Justru hal2 yg gag aku inginkan trus terjadi. Mulai berantem ma k2, ibu, bhkan bapak.
Nyesek rasanya. Aku yang lama gag ketemu sama mereka justru begini. Ok lah, gag perlu nyari siapa yang salah. Yang terpenting perbaiki hubungan..
Lebaran kemaren cukup jadi obat buat semua 'luka' yang ada..
Tapi aku pikir dan aku rasa lebih dalam, aku mulai tidak nyaman disini. Bukan karena apa2, tapi aku bosan jika terus2an seperti ini. Sepertinya hidupku gag da gunanya. Cuma makan, tidur. Persis kaya daging punya nama..
Well, jujur aku akui. Aku sangat ingin 'pulang'. Pulang ke kehidupanku. Mungkin aku akan kembali jauh dari keluarga, tapi aku merasa lebih hidup..
Bapak, ibu, maav. Bukannya aku tidak nyaman dengan kalian, tapi aku tidak nyaman dengan keadaanku sendiri. Semakin lama aku di sini, mungkin aku akan semakin menyakitkan...
Pulang...
Aku pengen segera pulang..
Ini postingan pertama gue. Entah gimana ntar susunan kalimatnya, yang penting gue nulis dulu.
Ok, mari dimulai...
Dari zaman baheula ampe dunia sekarang, gue tipikal orang yang gag bisa nemuin hal yang istimewa dari 'malam minggu'. Buat gue, malam minggu atopun malam2 lainnya itu sama aja. Terlepas dari gue punya cowok ato gag, malam minggu mah biasa aja. Yang ngebedain cuma ya besoknya libur karena hari minggu.
Tapi malam minggu ini agak istimewa buat gue. Gue nyebutnya masih 'agak', soalnya gag istimewa2 banget.. Malam minggu ini, gue ngabisin waktu di Jogja. Yaa, Jogja. Yihaaa, akhirnya setelah 3th lamanya memendam rindu, gue bisa ke Jogja lagi. Gue berangkat dari kampung halaman (halah bahasanya) sama bapak ama emak gue. Tapi di Jogja gue dijemput ma temen.
Singkat cerita, habis maghrib (karena ni bulan puasa), gue sama temen gue keluar nyari makan. Habis makan, gue nostalgila di Malioboro. Karena gag da tujuan selanjutnya, akhirnya gue ma temen gue mutusin buat nerima tawaran nongkrong bareng di Galleri.. Bosan disitu, kita berlima (ya, gue dikenalin ma temen2nya temen gue - ribet banget sich bahasanya) beranjak menuju ke sebuah angkringan tapi lesehan (nah, apalagi itu). Cukup lama kita disitu, ampe akhirnya gue bisa membaur sama mereka..
Jam menunjukkan pukul 11.45pm wib. Gue pulang, lumayan dingin.
Sepanjang jalan gue mikir, apa yang ngebuat malam ini jadi 'agak' istimewa ??? Apakah karena ini malam minggu ? Apakah dengan siapa gue ngabisin waktu malam ini ? Atau karena ini di JOGJA ?????
Setelah melalui pemikiran panjang yang cukup melelahkan otak, gue bisa jawab pertanyaan gue.
Dan dengan semangat kemerdekaan gue jawab, kenapa malam ini 'agak' istimewa karena gue di JOGJA.
yeyeye, JOGJA selalu istimewa dan menakjubkan...
Kalo ntar gue balik, gue pasti bakal KANGEN banget ma JOGJA...