Rabu, 09 Januari 2013

aku dan kamu

sejak kepergianmu, hatiku semakin tertutup untk yg lain. aku setia menunggu hatimu yg senantiasa mengembara. berlabuh dari 1 dermaga ke dermaga yg lain. akankah kau pulang ke tempatku menunggumu? atau kau justru akan mengembara semakin jauh dan membiarkanku menunggu hingga ajal yg lebih dahulu menemuiku? tak terbilang air mata yg kuteteskan dalam ku menunggu. resahku akan segalamu. bahagiakah kau disana? masih ingatkah kau dgn senja yg senantiasa merawat dan menyimpan kelelahanmu? sering kubertanya akan seperti apa akhir kisah ini. akankah menuju keabadian ataukah sia-sia dalam penantian...


Kamis, 20 Desember 2012

Rindu Tak Bertuan

Tetiba, ada rindu yang menggelayut..
Menghembuskan nada-nada yang meluruhkan butir-butir kristal dari muara di beningnya mata..

Namun, semakin dieja, semua menjadi samar.
Rindu kepada siapa? Ketika
kesepian mulai kerap menghantui dan menggedor pintu hati.

Kepada siapa rindu ini tertuju?
Jangankan sosoknya, bahkan
bayangnya pun samar ku lihat.
Kapankah rindu ini akan berlabuh? Sementara
luka selalu membayangi di setiap desahan napas, jejak langkah, pun detak nadi..

Rabu, 19 Desember 2012

Senja ini

Senja ini tak semerah kemarin Kawanan awan sedikit menyembunyikanx dr pandanganku Tapi getarnya sangat terasa Belum lagi angin yang menghembuskan lagu kerinduan.. Kawanan burung yang pulang ke sarang.. Tuhan, tak henti ku kagumi keindahan ini. Namun ada getir yg tiba2 mengusik. Ah benar, senja ini seperti luka. Aku masih menerka, lebih merah senja ataukah lukaku??


Sabtu, 17 November 2012

Lelaki dengan pelukan terhangat

Lelaki dengan pelukan terhangat Apa kabar engkau di sana ? Tahukah engkau, bahwa di sini, aku selalu merindumu. Di sini, di sbuah kota kecil, aku selalu mengenang segala tentang kita. Ribuan kilo terpisah jarak, tak membuatku melupakanmu begitu saja. Peduli setan dg luka lama itu. Kau adalah denyut nadi di hidupku. Tahukah kau, sebenarnya aku lemah tanpamu. Tapi kau slalu meyakinkanku bahwa aku bisa, bahwa aku kuat menghadapi ini sendiri. Tahukah engkau, mendengar suaramu membuatku semakin rindu. Inginku berlari dan memelukmu. Merasakan lagi pelukan paling hangat. Tapi kita terpisah jarak. Dan aku bersama air mataku, hanya bisa mengenang pelukan itu. Pernahkah engkau menyadari, sebenarnya aku tak ingin melepas pelukan itu. Tapi ini pilihan kita. Kau percaya aku bisa melewati jalan ini sendiri. Di perjalananku, ketika aku menemui kerikil tajam, pelukanmu sungguh aku rindukan.. Ayah, aku rindu waktu untuk kita. Dan aku sangat merindukan pelukanmu... Ayah, engkaulah lelaki terhebat di hidupku. Engkau lelaki dg pelukan terhangat yg pernah aku miliki.

Senin, 08 Oktober 2012

Tentang 'Pagi'

Dear God..

New day. New week.
Terima kasih atas semua berkah, meskipun kadang lupa untuk bersyukur.
Tetapi kejadian kemarin membuatku sangat2 bersyukur.
Begitu indah caraMu membuka mataku.
Membuatku sadar bahwa selalu ada 'pagi'.
Sebagaimana Kau tau, aku sangat menyukai senja. Tapi kini aku menemukan 'pagi'.
'Pagi' dengan pelukan yang menghangatkan dan menyelamatkan.
Membuatku tersadar bahwa aku tak pernah sendiri. Bahwa 'pagi' selalu bersamaku, bersama harapan2 baru..

Terima kasih Engkau menegurku dgn cara  yang benar2 membuatku terharu.
Kemarin aku memang menangis. Tetapi 30menit lebih dari cukup buatku untuk menangisi yang tak sepantasnya aku tangisi.
Aku memang kehilangan dia tapi aku tak boleh kehilangan 'pagi'.
Hey, tapi apa pantas ini disebut kehilangan jika semua karena pengkhianatan ??
Apapun namanya, aku memang bersedih. Dan rasanya itu sudah lebih dari cukup.
Seperti yang 'pagi' bilang, aku seharusnya belajar dari masa lalu.
Engkau pasti punya rencana yg lebih baik.
Dan semua aku kembalikan padaMu. Aku biarkan tanganMu yang bekerja.

Terima kasih Tuhan. Hari ini aku masih bisa membuka mata. Jantungku masih berdetak.
Dan juga...
Aku masih mempunyai 'pagi'.
'Pagi' dengan pelukan yang menghangatkan dan menenangkan..


Kamis, 27 September 2012

Luka

Kenapa luka harus tinggalkan bekas ?
Kenapa bekasnya tak kunjung hilang ?
Untuk apa bekas ?
Pengingat ?
Pelajaran ?
Atau kenangan ?
Tidak cukupkah luka hanya sekadar luka ?

Nikmati lukamu
Biarkan waktu yang akan menghapusnya

Rabu, 26 September 2012

Midnite tears

Rasanya aku tak sanggup lg membendung
Kubiarkan ia meleleh, membelai pipiku yg bahkan tak lagi chubby
Aku kehabisan kata
Atau mungkin tak menemukan kata ??
Kata yang pantas untuk menggambarkan rasa

Semua kembali ke satu muara
Kembali pada satu titik
Hingga aku sulit
Bahkan mungkin tak mampu mengeja

Ah, kenapa harus bersamaan ?

Sudahlah, tak perlu banyak tanya.
Nikmati setiap proses yang ada.

Jika hanya air mata yang dapat mewakili
Biarkan ia mengalir
Biarkan ia membanjiri pipimu yang mulai tirus
Biarkan ia yang menyampaikan
Apa yang tak dapat disampaikan kata-kata