Di ujung jalan ini pertama kita bertemu. Pagi itu tanpa sengaja mata kita beradu. Tidak ada percakapan, hanya seulas senyum yang saling kita lemparkan. Aku masih ingat, ketika itu kau berjalan tergesa-gesa. Entah apa yang kau buru.
Kau tlah lewat, tapi masih kusempatkan untuk menengok sejenak dan memperhatikanmu dari jauh. Lama kupandangi dirimu, hingga pun.ggungmu menghilang di tikungan.
Entah mengapa aku menyempatkan diri memandangi sosoknya. Mungkin karena waktu itu kau terlihat begitu aneh untukku. Ya, anggap saja ini aneh. Sesosok lelaki dengan dandanan yang berantakan, mata sembab dan terlihat persis seperti mata panda. Tapi senyummu bagaikan memiliki daya tarik seperti magnet.
ya, itulah pertemuan pertama kita. tanpa suara, tanpa kata. tapi seperti ada daya magnet yang menarikku begitu kuat.
Ngeleh.....
BalasHapusSopo kui???
Fiksi po rak???
yang ini fiksi ibunda shero :)
BalasHapus