Senin, 21 Oktober 2013

Rindu Hujan

Tetes pertama Oktober
aroma tanah basah
semilir bayu membelai merdu
tetiba,
Rindu

sekelumit rasa getarkan jiwa
rindu bersua dia

kepada hujan
kusampaikan rasa


Oktober 2013

Sabtu, 19 Oktober 2013

Tentangmu (lagi)


Tepat tengah malam. Seyogyanya aku  sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi. Tapi entah mengapa mataku susah untuk terpejam. Aku sadar, kantuk sudah mulai menjalar perlahan, hanya saja kepala (baca: otak) ku tidak mau diajak kompromi. Ia justru memaksaku untuk semakin berpikir. Semakin malam, pertanyaan yang hadir di kepala pun semakin banyak.
Entah bagaimana aku menjelaskannya, karena semakin aku berusaha menjelaskan, semakin tak kutemukan kata untuk mewakili.
Lagi-lagi tentangmu. Mengapa selalu kau yang merajai otakku? Biasanya aku akan merasa sedikit tenang ketika aku memikirkan ini sambil meneguk kopi. Tapi kini kopiku semakin hari semakin pahit aku rasa. Seperti itu pulakah hidupku? Seperti itu pulakah hubunganku denganmu. Kau bukan tuhanku, tapi kau benar-benar menggenggam hatiku. Bahkan kaulah segalaku. Apakah cintaku padamu melebihi cintaku pada tuhanku? Jika jawabannya iya, sungguh aku adalah orang terbodoh di dunia. Mencintai makhluk melebihi cinta kepada sang pencipta.
Kucoba urai satu per satu tentang kita. Tetapi tak perlulah aku ceritakan seperti apa diriku. Kau tahu benar siapa aku dan bagaimana aku ketika berbicara tentang kita. Tapi tunggu dulu, benarkah kau tahu bagaimana aku? Karena jika kau tahu bagaimana aku, mengapa selalu saja kau buatku menitikkkan air mata. Atau justru kau tidak tahu bagaimana aku? Tapi jika kau tidak tahu bagaimana aku, mengapa aku merasa nyaman bersamamu? Ini seperti hitam dan putih. Dan kita selalu berada di abu-abu. Tidak hitam, pun tak putih. Atau memang sejatinya seperti itu hubungan antara manusia? tidak hitam, tidak putih. Menjadi terasa pahit dan hitam ketika ada dia diantara kita. Dan menjadi putih dan begitu manis ketika hanya ada aku dan kamu. Ah, ini pun masih membingungkanku. Dia di antara kita atau aku di antara kalian.
Memang akulah yang mengizinkanmu masuk ke dalam hidupku. Dan kemudian kau menarikku  masuk ke dalam hidupmu. Tarikan yang begitu kuat hingga akhirnya aku tidak bisa melepaskan diri. Lucu memang kedengarannya, tapi itulah adanya. Semakin hari, tarikan itu semakin kuat. Kau seperti getah pisang yang menempel di bajuku, tidak bisa aku hilangkan.
Lalu bagaimana aku untukmu? Apakah seperti itu juga artiku untukmu? Aku tidak ingin menduga-duga. Jika iya, mengapa kau selalu membuatku berurai air mata? Tetapi jika tidak,,,, ahh, aku tak mampu melanjutkan kalimat ini.
Sepertinya terlalu banyak pertanyaan mengapa. Haruskah aku berhenti bertanya mengapa?

Untuk kamu yang (mungkin) sedang bermimpi, 
ketahuilah, 
di sudut pengap sebuah kamar, 
ada wanita akhir zaman yang senantiasa menunggumu.

13102013/00.00 wita

Rabu, 16 Oktober 2013

oktober

oktober sudah setengah perjalanan.
berharap ia segera berganti.
berganti dengan november yang manis
november yang penuh dengan hujan.
november yang bertabur rindu.

oktober
bukan benci hanya
takut?
waswas?
ahh, tak perlu dijelaskan
terkadang rasa memang hanya
untuk dirasa

Kamis, 10 Oktober 2013

Di ujung jalan ini #1

Di ujung jalan ini pertama kita bertemu. Pagi itu tanpa sengaja mata kita beradu. Tidak ada percakapan, hanya seulas senyum yang saling kita lemparkan. Aku masih ingat, ketika itu kau berjalan tergesa-gesa. Entah apa yang kau buru.
Kau tlah lewat, tapi masih kusempatkan untuk menengok sejenak dan memperhatikanmu dari jauh. Lama kupandangi dirimu, hingga pun.ggungmu menghilang di tikungan.

Entah mengapa aku menyempatkan diri memandangi sosoknya. Mungkin karena waktu itu kau terlihat begitu aneh untukku. Ya, anggap saja ini aneh. Sesosok lelaki dengan dandanan yang berantakan, mata sembab dan terlihat persis seperti mata panda. Tapi senyummu bagaikan memiliki daya tarik seperti magnet.

ya, itulah pertemuan pertama kita. tanpa suara, tanpa kata. tapi seperti ada daya magnet yang menarikku begitu kuat.

Senin, 07 Oktober 2013

umbrus

pagiku kali ini tidak menjanjikan sesuatu yang baru.
masih bnyak yg berkecamuk di hati dan kepalaku.
semua masih terasa berat. semua masih membuatku ingin berteriak.
pertanyaan-pertanyaan itu selalu menggelitikku dan membuatku tak bisa memenjamkan mata.

sampai kapan kita seperti ini?
kita? benarkah kita? atau jangan-jangan hanya aku? atau mungkin malah hanya kamu?

aku mencoba perbaiki, tapi tak berubah.
kucoba lagi, masih gagal.
aku ulang mencoba, rasanya masih sama.
hingga tak jarang aku ingin berteriak dan kutanyakan pada tuhan, sejauh apa jalan terjal yang harus aku lalui.

Minggu, 06 Oktober 2013

tentang rasa

tetiba air mata menetes. rasanya seperti ada yang mengiris hati.
entah rasa apa ini hingga membuatku tanpa sadar kembali menangis.

sakitkah? atau
kecewa? atau mungkin
takut?

seringnya terluka membuatku terkadang tak bisa mengenali dan membedakan rasa.
bahkan tak jarang inginku mati rasa.

untuk engkau yang membuatku ingin mati rasa, tanpa kau tau, kau masih menjadi segalaku.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Masihkah?

masihkah kau ingat ketika kita mengejar senja? ah rasanya sungguh menyenangkan. melihatmu meliak-liukkan motor di tengah ramainya kota. demi apa? demi senja yang ingin sekali aku lihat.

masihkah kau ingat purnama itu? bukan purnama yang sempurna memang. tapi kau tau, aku menyukai itu. karena mirip di film twilight. dan kau selalu mengingatkanku jika ada purnama.

masihkah kau ingat pantai itu? pantai di mana kita berkejaran layaknya anak kecil. kemudian aku merengek untuk memotret kaki kita yang bersanding.

masihkah kau ingat nama yang hanya kita pakai untuk kita? nama yang sebenarnya tanpa sengaja kita ciptakan.

masih ingatkah kau tentang lelaki dan perempuan akhir zaman?

malam ini, semua itu memenuhi seluruh ruang di otakku.....