Kamis, 06 Maret 2014
Pindah
Selasa, 04 Maret 2014
Pulang ? Kemana ?
Kamis, 19 Desember 2013
au revoir
--- untuk yang meninggalkan---
Lama tak muncul, tapi aku tahu kau berbahagia dengan dia di sana.
dan malam ini tetiba kau menghubungiku setelah meninggalkan.
aku cukup kaget. aku tanya tumben tapi kau langsung matikan teleponmu.
aku pikir mungkin ini lebih baik. aku ingin memperbaiki hatiku. aku pun merasa cukup sudah kau seret aku di kisah cintamu dengan perempuan-perempuan itu.
aku putuskan untuk beristirahat dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Kau tahu, ini sulit. tapi mungkin dengan begini, rasanya akan lebih mudah berdamai dengan perasaan.
dan jika (mungkin) ini hukuman Tuhan, aku siap terima.
Entah ini bodoh atau apa.
aku masih tetap di sini jika (mungkin) kau akan kembali.
ya, jika kau kembali (untuk menetap).
karena aku benar-benar lelah berlari.
doaku untukmu, semoga selalu dilingkupi kebahagiaan.
aamiin..
--- dari yang ditinggalkan ---
Rabu, 04 Desember 2013
Sajak Desember
Aku menemukan sajak Sapardi ini tepat di awal bulan desember. Dan entah mengapa aku ingin membaginya dengan kalian.
Silakan dinikmati :)
Sajak Desember
kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur:
lewat tengah malam. Kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu
mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. Ada yang terbaring
di kursi, letih sekali
masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu: taram-
temaram bayang bianglala itu
(SDD-1961)
Selasa, 03 Desember 2013
Kamu dan Kopi
Aku menyukai kopi dari aku kecil. Aku tertarik padamu dari awal aku melihatmu.
Aku sering harus kesakitan karena kopi. Pun aku sering menangis karenamu.
Aku tak jera dengan kopi. Aku lebih tak jera denganmu.
Kamu, adalah kopidalam hidupku.
Aku rindu meneguk kopi bersamamu...
Minggu, 10 November 2013
Bapak
Lelaki yang benar-benar merasa kehilangan ketika aku pergi
Lelaki yang benar-benar aku butuhkan pundaknya ketika aku menangis
Lelaki yang sekalipun aku marah, tetap saja membujukku
Lelaki yang menggubah lirik lagu untukku
Lelaki yang diam-diam menangis ketika merinduku
Bapak, pahlawan di hidupku
Bapak, aku rindu
Kamis, 07 November 2013
Izinkan
---untuk yang terus berotasi di otak---
Kembali aku menulis tentangmu. Rasanya tinta penaku tak pernah habis untuk menuliskan segala tentangmu.
Sedikit ada yang kurasa.
Aku merasa ada sesuatu yang hilang tapi aku tak tahu apa. Aku hanya merasa kita semakin jauh. Ah iya, aku lupa. Bukan kita, tapi kamu. Aku merasa kamu semakin jauh.
Kamu seolah sedang berlari meninggalkan aku.
Dalam diamku, aku seolah sengaja membiarkanmu berlari menjauh.
Bukan. Tentu bukan berarti aku berhenti berjuang dan melepaskan semua begitu saja.
Dalam diamku aku masih terus merapal namamu di hadapan Tuhanku. Kamu masih menjadi topik utama perbincanganku dengan Dia.
Aku belajar mencintai dalam diam. Jika pada akhirnya kau lelah berlari, berhentilah. Maka aku yang akan berganti berlari untuk mengejarmu. Atau jika kau lelah menjauh dan ingin kembali, maka pulanglah. Aku akan menyambutmu. Akan kusimpan dan kusembunyikan segala lelah dan penatmu.
Harus aku akui, terkadang aku lelah terus mengejarmu. Sedangkan kau, kau bersikap seolaholah tak tahu dan masa bodoh dengan perjuanganku mengejarmu.
Maka kini izinkan aku beristirahat sejenak.
Ya, aku hanya ingin istirahat untuk mengumpulkan kembali tenaga untuk berlari lebih kencang.
Aku rindu kamu.
Jika kau lihat tetesan hujan, seperti itulah rinduku.
Tapi biar aku simpan dan pendam sendiri rinduku.
Aku cukup merapal namamu di hadapan Tuhanku.
Itulah caraku melepas rindu kepadamu.