Minggu, 06 April 2014

Selamat Ulang Tahun

Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun kamu, selamat ulang tahun.

Selamat ulang tahun kamu yang pernah aku harapkan menjadi imamku.
Ingin rasanya sekali waktu menyanyikan lagu itu didepanmu, meski dengan suara yang tak merdu..

Tuan, doa pertama dan yang utama adalah semoga lekas sembuh. Ah kenapa juga kecelakaan itu terjadi mendekati hari jadimu??..
Tapi tak apalah Tuan, tak perlu disesali. Tuhan pasti menyimpan maksud di balik semua ini.

Tuan, meski kini tak lagi bersama, tapi aku akui kau belum sepenuhnya bisa aku hilangkan dari hati. Aku tetaplah perempuan yang terkadang masih merindumu.
Aku tak tahu apakah selama kita bersama aku pernah menjadi perempuan terpenting dalam hidupmu, tapo setidaknya ada kenangan yang telah kita ciptakan bersama.

Tuan, di hati jadimu ini, beribu doa aku sampaikan pada Tuhanku. Dan di hari bahagiamu ini, bantulah kepindahanku ini.

Sekali lagi, selamat ulang tahun untukmu yang pernah aku harapkan menjadi imamku.

Dari perempuan yang pernah kau panggil Ey

Kamis, 06 Maret 2014

Pindah



Manusia terkadang terlalu mencintai dunia yang dia ciptakan di dalam hatinya. (fa)

Itu adalah sepenggal kalimat dari fa, salah satu penulis di buku “pindah.”
Buku ini seolah menjadai tambahan kekuatan bagiku untuk melakukan perpindahan.

Pada dasarnya manusia memang memerlukan dan harus melakukan perpindahan. Seperti yang pernah aku lakukan dulu, berpindah dari Semarang menuju Gorontalo. Ini kali pun aku memutuskan untuk melakukan perpindahan. Tentu saja bukan lagi perpindahan fisik dari satu kota ke kota yang lain, tetapi berpindah hati.

Ya, benar sekali, aku memutuskan untuk berhenti berjuang. sekian lama aku menautkan hatiku pada seorang pria, kini saatnya aku berhenti dan berpindah. Bukan karena tak lagi cinta, tetapi karena tak lagi dibutuhkan. dalam sebuah hubungan bukan hanya cinta yang dibutuhkan, tetapi rasa saling membutuhkan juga harus ada. Karena itu yang akan membuat hubungan itu bertahan. Ketika seseorang merasa sudah tak lagi dibutuhkan, maka dengan sendirinya ia tidak punya alasan untuk bertahan. Begitu juga denganku. Aku merasa tak lagi dibutuhkan. Aku merasa tak lagi punya alasan untuk bertahan dan memperjuangkan apa yang selama ini aku perjuangkan. Ketika dia telah memiliki yang lain yang lebih sempurna, bagaimana aku bisa bertahan dan berjuang sendiri? Tidakkah lebih baik untuk berhenti dan berpindah?!

Mungkin awalnya akan terasa berat, tapi  aku yakin bahwa waktu akan menjadi teman dan obat yang baik untuk perpindahan ini. Aku yakin dan percaya, ada indah di setiap pindah. Memang tidak akan mudah menghapus kenanagn yang terukir selama beberapa waktu, tapi biarlah kenangan itu menjadi bagian dari perjalan hidup yang suatu waktu bisa aku jadikan pelajaran. Dan ketika mungkin aku rindu, aku bisa sedikit mengais kenangan itu.
Kini masanya untuk menanggalkan segala ego, berkemas, dan berpindah. Entah pada akhirnya nanti akan segera menemukan pelabuhan yang baru ataukah masih akan berkelana, biarkan waktu yang menjawab.

Selasa, 04 Maret 2014

Pulang ? Kemana ?

Dan kembali dihadapkan pada pertanyaan dimana tempat pulang? Ketika yg selama ini dianggap tempat ternyaman, ternyata bukanlah tempat berpulang. Pulang berarti bisa meletakkan kelelahan. Menyimpan dan menghapus kesedihan. Tersedianya pelukan yang menyelamatkan. Tetapi ketika semua mulai "diperhitungkan", kemana lagi harus pulang???

Kamis, 19 Desember 2013

au revoir

--- untuk yang meninggalkan---

Lama tak muncul, tapi aku tahu kau berbahagia dengan dia di sana.
dan malam ini tetiba kau menghubungiku setelah meninggalkan.
aku cukup kaget. aku tanya tumben tapi kau langsung matikan teleponmu.
aku pikir mungkin ini lebih baik. aku ingin memperbaiki hatiku. aku pun  merasa cukup sudah kau seret aku di kisah cintamu dengan perempuan-perempuan itu.
aku putuskan untuk beristirahat dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Kau tahu, ini sulit. tapi mungkin dengan begini, rasanya akan lebih mudah berdamai dengan perasaan.
dan jika (mungkin) ini hukuman Tuhan, aku siap terima.

Entah ini bodoh atau apa.
aku masih tetap di sini jika (mungkin) kau akan kembali.
ya, jika kau kembali (untuk menetap).
karena aku benar-benar lelah berlari.

doaku untukmu, semoga selalu dilingkupi kebahagiaan.
aamiin..

--- dari yang ditinggalkan ---

Rabu, 04 Desember 2013

Sajak Desember

Aku menemukan sajak Sapardi ini tepat di awal bulan desember. Dan entah mengapa aku ingin membaginya dengan kalian.
Silakan dinikmati :)


Sajak Desember

kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur:
lewat tengah malam. Kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu

mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. Ada yang terbaring
di kursi, letih sekali

masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu: taram-
temaram bayang bianglala itu

(SDD-1961)

Selasa, 03 Desember 2013

Kamu dan Kopi

Kamu dan Kopi. Dua kata dengan abjad awal "K". Dua hal yang menjadi candu buatku. Kopi dengan kafeinnya, dan kamu dengan segalamu.
Aku menyukai kopi dari aku kecil. Aku tertarik padamu dari awal aku melihatmu.
Aku sering harus kesakitan karena kopi. Pun aku sering menangis karenamu.
Aku tak jera dengan kopi. Aku lebih tak jera denganmu.
Kamu, adalah kopidalam hidupku.


 Aku rindu meneguk kopi bersamamu...

Minggu, 10 November 2013

Bapak

Lelaki yang benar-benar merasa kehilangan ketika aku pergi
Lelaki yang benar-benar aku butuhkan pundaknya ketika aku menangis
Lelaki yang sekalipun aku marah, tetap saja membujukku
Lelaki yang menggubah lirik lagu untukku
Lelaki yang diam-diam menangis ketika merinduku

Bapak, pahlawan di hidupku
Bapak, aku rindu